Thursday, August 16, 2018

Berlibur ke Zagreb dengan Budget Tipis

Next stop Zagreb

Zagreb merupakan ibukota Croasia yang jadi juara 2 World Cup 2018 yang kemarin kalah lawan Perancis itu loohhh.. ahahhahahahhah.. Gw ga sengaja menginjak Zagreb karena gw mau transit ke Dubrovnik. Semua jalur bus pasti transit kesini dulu, jadilah daripada bengong mending keliling. Setelah gw teliti lagi, ternyata Zagreb termasuk  Lonely Planet's Best in Europe 2017. So..yeaayyy gw ke Eropa yang ga mainstream.

How to Get Here?

Gw sendiri naek flixbus dari Vienna dengan alasan berhemat. *netijen : hemat mah di rumah aja, jangan buang-buang uang suami oi!! *netijennya suami sendiri. 😓 Mungkin ada kereta dan pesawat menuju Zagreb dari negara-negara sekitar, tapi maaf untuk sekarang gw ga bisa membahas.

Public Transport

Awalnya gw dan pak susu mau beli tiket harian. Tapi kata orang di tourist information rugi kalo beli tiket harian tapi transportasinya tidak dipakai lebih dari 7x. Dan tempat wisatanya juga di city centre. Jadi palingan gw butuh tiket ke city centre dan tiket balik ke terminal bus.


Transportasi yang kami pake cuma tram selebihnya keliling jalan kaki. Tiket bisa dibeli di abang tram dan di tukang koran (tulisannya TISAK). Harganya 5 kuna/orang. Jangan lupa validasi. Tips dari saya belinya tiketnya dari TISAK aja, jadi masuk tinggal validasi. Pengalaman pribadi gw hampir kecopetan karena sibuk ngurusin kembalian pas beli di supirnya. Pas lagi sibuk gitu tas gw dibuka-buka sama cewek lokal. Terus gw teriak si pelaku panik sendiri.









Accomodation



Karena niatnya cuma transit, jadinya disini nggak nginep. Koper kita titip di terminal bus. Terus kita jalan jalan deh.

Cash or Card



Cash.. karena titip koper dan belanja di pasar biasanya mereka minta cash. Mata uang Croatia adalah Kuna. 1 Kuna = 2300-2500 rupiah. Cash kita ambil di ATM yang nempel sama bank lokal. Kayaknya  gw ngomong ini terus. Tapi kalo yang nggak nempel sama bank biasanya banyak scamnya dan ratenya lebih mahal. Ga percaya? Coba sendiri deh..

Must Visit Zagreb


1. Zagreb Kathedral



2. Tkalciveva



 





3. St. Mark Church
















4. Gric Tunnel

















5. Lotrscak Tower 




















 6. Dolac Market

Bagi yang ingin membeli oleh-oleh di Zagreb, disekitar sini banyak toko souvenir yang harganya MURAH!!!! Wow!!! Mari memborong...



















Pasar yang cuma sampai jam 3 sore ini sudah tutup pas kami sampai














7. Zagreb Funicular




















8. Main Square
















Must Eat

Yang mesti dimakan di Croasia tercinta ini sebenernya Black Rissoto, apa daya di Zagreb mahal jadi saya skip saja... berikut ini makanan yang kami icip disini...

1. Strukli di La Struk 

Semacam lasagna manis dengan keju dan Truffle... Kamo mencari ini dengan keyword must eat dessert Zagreb dan muncullah strukli ini. Dia terletak di main sqare zagreb kok. Pokoknya kalo bingung kemana ke Main Square ajalah. Semua tempat makan dan yang harus dilihat di Zagreb ada disini.


2. 5 Big Five

Salah satu tempat favorit kami di Zagreb karena bisa ngecharge HP, WCnya bersih, makanan murah dan WI-FI!!!!! WOOOOOOOO!!! Kami sangat terbantu sekali dengan adanya 5 big Five burger ini karena bisa nongkrong samil nge-charge HP dan Wi-fi-an gratis sambil transit 12 jam. Ga bosen-bosen amatlah kami.

Makanan sobat hemat
3. Vincek

Salah satu toko kue tertua di Zagreb, disini juga menjual es krim. Karena antriannya panjang ya udah masuk ajalah es krim ga pernah salah. Hahahahhahha...

Review:

1. Waspada copet karena gw baru sampai aja hampir kecopetan.
2. Transportasi murah
3. Kayak Jakarta, rame dan kotor tapi tetep menyenangkan untuk dikunjungi
4. Makanan enak dan lumayan murah
5. Penduduknya sebagian besar bisa berbahasa inggris
6. Terminal busnya cuma ada Wi-Fi ga ada colokan, jadi bijaklah memakai batere

Tips:
1. Beli tiket tram yang sekali jalan aja, ga perlu beli yang 24 jam
2. Belanja oleh-oleh di Dolac Market sudah cukup lengkap
3. Beli tiket transportasi umum di TISAK aja untuk mengurangi kemungkinan dicopet
4. Pakai sepatu yang nyaman
5. Kalau capek istirahat di 5 Big Five burger aja bisa ke WC, Charge HP dan Wi-Fian

Sekian tulisan saya mengenai Zagreb.
Semoga bermanfaat.
Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa DM ke IG saya @melzealanda karena saya lebih aktif di IG

Memel out!!

Wednesday, August 15, 2018

Berlibur ke Berlin dengan Budget Tipis

Next Stop Berlin..




Sebenernya pas winter udah pernah kesini tapi kurang puas. Biasa.. newbie traveller.. lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas. Menikmati kagak capeknya iya. Jadinya ps bokap nyokap dateng, dan request mau ke berlin ya sudahla. Orang tua yang minta, masa ditolak.

Persiapan Sebelum Berangkat

Pastinya cari penginapan nyaman dulu kan. Namanya sama bonyok, terserah berapa asal nyaman. Karena gw anaknya medit tapi pengennya ga ribet. Penginapan gw pilih Ibis  Berlin Messe sebelah Berlin ZOB persis. Jadi pas sampe gw ga bingung nyari hotelnya dimana. Ratenya murah untuk ukuran orang tua lah 70 euro per malam. Ibis messe berlin ini  juga deket sama metro. Jadinya pas sekali untuk orang tua, nggak banyak jalan.

Public Transport

Karena jalan-jalan sama orang tua, mestinya sih gw suruh hop-on hop-off bus aja. Tapi karena mau hemat gw jadinya kemana-mana naik Metro atau Bus. Beli tiketnya langsung yang 24 jam. Sebenernya ga ada yang meriksa sih. Tapi Allah Maha Melihat (halah). Kita percaya kalau kita mengambil yang bukan haknya, akan diambil kembali dengan cara tidak menyenangkan. Jadi mending bayar aja.  Jangan lupa di validasi sebelum masuk metro atau bus yak. Dendanya perih soalnya.


Pilih yang 24 jam
Bisa bayar pake kartu atau cash

Things to do:

Jalur gw biasanya naek Tram dan turun di Postdamer Platz. Dari situ biasanya gw jalan kaki ke Tembok berlin, Sony Center,  Holocaust Memorial, Brandenburg Gate, Mall of Berlin dan Reichstag Building. Semuanya jarak jalan kaki kok. Tapi kalo sakit banget kakinya bisa di Googling transportasi dengan jarak jalan kaki paling pemdek. Setelah ke semua tempat itu gw naek Bus/Metro/Tram ke arah Primark. Dari Primark si Fernsehturm keliatan kok. Kalo masih kuat jalan ya kesana. Kalo nggak ya kayak gw aja. Foto dari jauh. Kalau mau ke Topography of Terorr dan Checkpoint Charlie gw cari stasiun Metro Stadtmitte. Semuanya masih di Zona A-B.

1. Reichstag Building


2.  Brandenburg Gate

Kata bokap gw belom ke berlin kalo belom kesini.




3. The Holocaust Memorial

 Gw kasih tau ya, si batu-batunya jangan dipanjat. Nanti ditegor sama polisinya.



4. Topography of Terror
 


5. Wall of Berlin

Bagi yang iseng pengen nyari ini, letaknya di depan stasiun Postdamet Platz yang banyak gedung tingginya. (tidak menjawab.. yang penting sampe sana dulu deh biar kalian mengerti maksud gw).

Depan gedung ini persis si tembok berlinnya



6. Checkpoint Charlie

Kalau mau foto sama abangnya bayar 10 Eur 😑😑😑😑😑 Dasar Tourist Trap.


7. Fernsehturm

si Tower RRI dari depan Primark

8. Primark
Buat yang ga tau Primark itu apa. Itu loh barang-barang murah, kalo di Indonesia kayak Ramayana kali yak. Tapi lucu-lucu. Sering jadi jastip dengan harga ga masuk akal.

9. Berlin Cathedral


 10. Sony Center (karena nyasar dan capek jadi kesini aja)


10. Olympiastadion Berlin

Ngapain gw kesini? Karena permintaan bokap yang pengen liat-liat.



Sebenernya ada tempat lain seperti Berlin Dome, East Side District dan mestinya masuk Reichstag dome sih, dan banyak museum menarik. Tapi apa daya.. summer antriannya ga sante..

Makan

Bokap gw orangnya Islam garis keras, jadi dia maunya yang Halal. Jadilah gw ajak ke Mall of  Berlin aja. Karena disana ada food court gede. Alhamdulillah ada makanan halalnya. Gw sendiri punya makanan favorit disini yaitu Mie bebek. Harganya 7 euro porsinya gede rasanya enak. Di Berlin ada Restoran Indonesia loh, kalau yang kangen sama makanan Indonesia. Namanya Restoran Nusantara. Google aja.. Nanti muncul kok.

 


Review mengenai Berlin:

1. Air keran bisa diminum
2. Transportasi umum terintegrasi dengan baik
3. Cuma daerah turis yang pelayannya bisa berbahasa Inggris ( disinilah alasan gw cinta Denmark dan Swedia, semua orang bisa berbahasa Inggris)
4. Makanan relatif murah dibandingkan Swedia (ya iyalah)
5. Berbahagialah kalian kalau menemukan Primark


Tips jalan murah ala memel:

1. Bawa air minum sendiri
2. Beli oleh-oleh di Primark aja, kaos-kaos tulisan berlin banyak kok
3. Pipis puas-puasin di rumah karena ga ada WC gratis
4. Kalau mau masak, belanjanya di Supermarket lokal ya.. jangan ke 7eleven.
5. Kalau kuat jalan, beli tiketnya yang single trip aja. Sisanya jalan kaki. Pas pulang baru beli tiket lagi sampai ke halte/stasiun yang dekat dengan tempay kalian menginap.
6. Bawa Charger atau power bank. Bagi yang buta arah kayak saya yang kemana-mana mengandalkan google map.. Kalo hape mati, mati juga gw ga bisa pulang.
7. Waspada, walaupun Berlin tergolong aman tapi copet ya dimana-mana.

Sekian tulisan saya mengenai Berlin.
Semoga bermanfaat.
Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa DM ke IG saya @melzealanda karena saya lebih aktif di IG

Memel out!!




Monday, August 13, 2018

Berlibur ke Vienna dengan Budget Tipis

Vienna..
Kota yang menjembatani Eropa Timur dan Tengah ini harganya tidak Eropa Timur sama sekali menurut gw, karena pengeluaran gw sama aja kayak selama di Paris atau kota-kota lain di Eropa Barat. Harga Airbnb-nya pun semahal Eropa Barat.

Kalau ada orang menyarankan liburan ke Eropa Timur aja karena lebih murah, saya coba luruskan.

Eropa Timur yang tidak menggunakan mata uang Euro murah. Kalau Hungary, Czech Republic dan Croatia dengan mata uang mereka masing-masing memang murah, jatuhnya kurang lebih sama seperti Jakarta.

Awalnya saya tidak tertarik sama Vienna akibat keburu silau akan Eropa Barat. Setelah dua kali berkunjung ke sini, Vienna naik pangkat menjadi salah satu kota favorit saya, selain ada Parndorf dan Hallstatt yang cuma 3 jam naik kereta. Transportasi bagus, kue enak banyak, kalau mau foto di gedung dengan arsitektur yang Eropa banget juga banyak.


How to Get Here?


Transportasi menuju Vienna menurut saya cukup lengkap, mungkin ada tiket langung dari Indonesia ke Vienna.  Pilihan kereta dan bus juga banyak kalau kalian start dari negara-negara lain. Saya biasanya memilih bus karena terminal bus pasti di tengah kota. Kalau Airport biasanya agak jauh dari kota dan itu berarti nambah ongkos lagi. Nono.. sebisa mungkin ga keluar duit..Heheheheheh.

Explore The City

Sistem transportasi di Eropa selalu membuat saya iri, kapan Indonesia bisa begini. Untuk keliling kota kalian bisa beli tiket 24 48 dan 72 jam tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tiket ini bisa digunakan untuk semua transportasi public di Vienna. Jangan lupa Validasi yak. Sisanya ya pakai Google Map aja, nanti akan dikasih tau rute terbaik dan transportasi apa yang dibutuhkan. Kalian sisa ngikutin aja.

Must Visit Vienna


Daya tarik Vienna menurut gw adalah gedung-gedung dengan arsitektur yang sangat cantik. Kalau kalian pencinta Mozart seperti suami saya, kalian bisa ke Museum Mozart atau nonton Orchestra. Katanya sih ada setiap hari, tapi berhubung suami gw orangnya spesifik, gw sampai sekarang belom pernah nonton Orchestra. Berikut ini tempat-tempat favorit gw di Vienna

1. St. Stephen Cathedral+Stephanplatz

Gerejanya cantik sekali dan disekitarnya banyak tempat belanja. Di dekat Stephanplatz ini ada makanan wajib kalau kalian mengunjungi Vienna, yaitu Wienner Schnitzel yang Veal (anak sapi). Taunya kalau itu veal? Cek harganya, Veal Wienner Schnitzel ini harganya 20 Euro. Pilihan lain sih ayam dan babi, tapi yang khas Vienna adalah yang anak sapi.


Stephanplatz

Salah satu toko di Stephanplatz
elus dada abis liat harga jam Patek



2. Hofburg Palace

Gw cuma tau ini must visit Vienna doang. Yang membuat gw kesini adalah Cafe Demel. Salah satu makanan wajib kalau berkunjung ke Vienna juga, yaitu Sacher Torte. Toko Demel ini kesukaan keluarga kerajaan, makanya tokonya sangat dekat dengan Hofburg Palace ini.


3.  Rathausplatz

Berdasarkan Google Rathausplatz ini adalah balai kota, setiap gw kesini tempat ini selalu ramai. Pas winter ada Christmast Market dan pas Spring kemarin gw dateng kayaknya mau dijadikan tempat konser. Kalau berkunjung kesini kalian bisa sekalian keliling ke Parliament Building dan Wiener Eistraum.




4. Belvedere Palace Museum







5. Maria Theresia Denkmal



6. Mozart Statue





7. Opera House



8. Mozart House

Karena masuk museum selalu mahal, makanya tujuan kesini cuma ke souvenir shopnya karena pak susu pengen Mozart Rubber Duck yang bawa biola (spesifik). Dan itu cuma ada disini kalo mau nyari.

Rumahnya Tarjo



Di depan pintu masuk doang ini, ga sampe ke dalem museum


9. Hundertwasserhaus






10. Kaiser Franz I




11. Heldenplatz







Must eat:

Kenapa must? Karena setelah membaca trip advisor, nanya temen dan nonton Youtube, gw dan pak susu memutuskan HARUS MAKAN Sacher Torte dan Wiener Schnitzl yang Veal (anak sapi). Kita sudah merelakan harganya yang menguras kantong kami dengan alasan "yang penting udah pernah nyoba sekali, daripada nyesel terus udah pulang ke Indonesia.. baliknya lagi kan mahal" *panjang yak alasannya. 

1. Figlmuller

Satu-satunya yang menyediakan Wiener Schnitzl yang veal. Harga 20 euro. Karena antriannya pasti panjang. Bilang ke abangnya (abaaaanggg...😅😅😅) mau take away. Nanti langsung disuruh masuk dan kita nggak mesti ngasih tip kalo nggak makan ditempat. Kalian tau kan aturan ngasih tip? 10-20% dari harga yang kita pesen. Sopannya sih gitu, kalo muka badak sih nggak ngasih gpp.




2. Demel

Sudah dibahas diatas dan selalu gw IG story sampe berbusa. Gw pribadi suka Sacher torte di Demel dibandingkan di Hotel Sacher. Trik yang sama juga bisa diterapkan, kalo antriannya panjang langsung ke abangnya aja dan bilang mau take away. Ga mesti ngasih tip dan cepet pulang


Tarjo di depan demel


Sacher Torte mini dan Kardinal sesuatu..kata pak susu must eat juga


Foto dulu biar heitzz


3. Happy Noodle

Happy noodle ini sesuai namanya.. bikin happy. Makanan di Vienna sih mahal banget kalo menurut gw. Kalo pengen makan murah biasanya gw ke daerah yang ada Happy Noodlenya ini. 6 Euro.. banyak dan enak. Banyaknya beneran banyak karena pak susu satu aja kenyang. Buat perut normal macem gw happy noodle ini buat 2x makan. Buka sampe jam 12 malam,







4. Cafe Sacher

Awal mula adanya kue Sacher Torte ya di Cafe Sacher ini. Kalo dibandingkan Demel, pak susu suka yang ini karena ada sensasi asem asemnya gitu dari selainya.




Review:

1. MAHAL WOI!! tapi tetap menyenangkan
2. Banyak makanan asik senangkan hati.
3. Air keran bisa diminum
4. Public transportnya bagus dan semua tempat bisa dicari di google map, kalau sampe nyasar gw bingung deh..
5. Semua orang di daerah turis bisa Bahasa Inggris
6. Airbnb yang murah ada di ujung-ujung kota.. tapi gpp karena public transportnya bagus. Walau jauh semua berasa dekat.
7. Makanan halal palingan kebab yak. Gw sih anaknya selama ga ada babi dan lard dan produk babi gw makan aja.

Tips dari memel:

1. Bawa air minum sendiri (kayaknya gw ulang-ulang mulu)
2. Pipis yang puas karena ga ada WC gratis (inipun gw ulang-ulang mulu)
3. Cari penginapan yang jauh dari tengah kota, biasanya harganya lebih murah dan pastinya tetep nyaman
4. Kalo sanggup jalan kaki dan tinggalnya di tengah kota nggak usah naek kendaraam umum, kalaupun mau naik kendaraan umum yang single trip aja.
5. Beli oleh-oleh yang jauh dari daerah turis (kalo lo belinya pas di Stephanplatz mah mahal)
6. Kalau pengen makan yang antriannya panjang, bilang aja mau take away nanti langsung dilayanin. Ga mesti ngasih tip.
7. Kalau mau masak pastikan belanja di supermarket lokal yak

Sekian cerita gw tentang es krim di Eropa.
Semoga bermanfaat.
Kalo mau tanya-tanya DM aja ke IG @melzealanda. Kenapa IG karena gw lebih sering buka IG.
Memel out!!


Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...