Monday, December 2, 2019

Islam Lagom Stoicsm dan Minimalism

Swedia itu punya istilah yang sangat terkenal yaitu Lagom yang artinya tidak kurang dan tidak lebih alias pas saja. Lagom ini sangat membekas sekali kepada gw dan akhirnya gw masih menerapkannya sampai detik ini. Kemudian gw membaca buku Fumio Sasaki yang Goodbye, things. Lebih kurang gw nangkepnya semakin sedikit barang yang kita punya, semakin bahagia kita. Nah ini agak sama dengan lagom. Jadi punya barang setidaknya ga kebanyakan dan tidak terlalu sedikit. Singkatnya Lagom itu adalah PAS tidak kurang dan tidak lebih.

Buku yang gw baca, ada banyak versi intinya sama saja kok.. plus tulisan gemes Pak suam yang baru gw sadari..


Kemudian gw membaca Filosofi Teras karya Henry Manampiring, setelah gw baca ya hidup harusnya stoa atau kata temen saya stoa bahasa jawanya "nrimo". Tujuan utama dari stoa ini adalah hidup dengan emosi negatif yang terkendali, dan hidup dengan kebajikan atau bagaimana hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia. Kayak pernah denger kan kalo lagi ada ceramah.

Tapi gw lebih suka kata lagom sih, bisa dipake dimana aja. Stoa berat banget kesannya. Lagom dalam beremosi agak mirip sama Stoa. Jadi kalo emosi jangan berlebihan. Kesimpulan berdasarkan memel yang suka baca setengah-setengah ini LAGOM, MINIMALISM dan STOA itu sama. Kalau lo hidupnya minimalis/lagom pasti jadinya stoa (tenang). BTW stoa luas yak bukan tenang doang.

Oke sekian tulisan saya.. Ditunggu pendapatnya..
Memel out!!! (kemudian digebuk netijenπŸ˜…)
Kalimat diatas adalah contoh tidak lagom karena ga bermakna cenderung sia-sia..


Terinspirasi dari IG stories temen gw yang sedang pusing decluttering karena barangnya terlalu banyak, dia juga membahas kalau barang-barang yang kita simpan nantinya akan dihisab diakhirat. JENG!!! JENG!!! Kalau kita pikir Rasulullah itu kaya raya tapi hidupnya tetap sederhana sekali, karena beliau tahu bahwa kita di dunia hanya sementara dan apa yang kita punya di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Saya tidak tahu ya orang Swedia itu islam atau tidak tetapi lagom itu sesuai dengan gaya hidup Rasulullah loh. Dari gaya hidup yang tidak terlalu berlebihan, makanpun tidak berlebihan, berhiaspun tidak berlebihan. Semuanya pas aja gitu sesuai porsinya. Tidak berlebih-lebihan dan kalau butuh beli yang terbaik agar bisa dipakai dalam waktu yang lama agar tidak merusak lingkungan. Dalam islam kita mengenalnya dengan Hablum minal a'lam. Kehidupan orang Swedia selalu memikirkan apakah ada dampaknya terhadap lingkungan.


Dari buku Lagom yang membahas Lagom dalam membeli pakaian, sebisa mungkin pilih pakaian yang bisa dipakai berkali-kali dan untuk acara yang berbeda-beda. Jadi hemat juga sih sebenarnya.
Satu waktu gw membaca artikel yang isinya anak baginda Rasulullah bajunya ditambal sampai 12 jahitan. Sebelum hits seperti sekarang saja Fatimah sudah menerapkan Reduce dan Recycle. Kenapa ga beli baru aja sih? Ya Hablum minal a'lam. Fast Fashion sendiri dampaknya bagi lingkungan juga parah banget, coba kalian tonton youtube ini. Gw pribadi jadi ga mau beli baju lagi kecuali butuh banget ya. Baju kayak ga ganti gpp deh demi lingkungan, cita-cita gw mau bikin seragam kayak Steve Jobs sih biar ga pusing pilih baju. Hehehehe.. Btw tahan emosi yak kalo nonton youtube tadi πŸ˜”


Minimalism/Lagom juga menurut gw akan membantu kita di akhirat loh, sebelumnya udah gw bahas ya kalau barang yang kita punya nantinya akan dihisab. Baca Surat At-Taubah 34-35 deh

Arti At-Tawbah 34
Arti At-Tawbah 35
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih

Referensi: https://tafsirweb.com/3050-surat-at-taubah-ayat-34.html

Menurut gw pribadi yak, emas dan perak yang tidak digunakan dijalan Allah itu adalah semua yang kita belanjakan tapi ga dimanfaatkan di jalan Allah. Nabi punya kuda, pedang, baju perang terbaik ya emang bermanfaat di jalan Allah. Jadi marilah kita lihat lagi isi lemari yang penuh itu, apakah uang untuk beli baju/tas/sepatu itu dimanfaatkan di jalan Allah? Kalo iya sih Alhamdulillah. Gw pribadi kalo mau denial ya barang-barang gw buat silaturahmi aja kayaknya. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Apakah bermanfaat di jalan Allah? Saya tidak tahu.

Perlu saya ingatkan kalau Lagom/Minimalism/Stoa untuk setiap orang itu berbeda. Kalau menurut gw punya baju 10 lembar itu ga Lagom karena terlalu sedikit tetapi menurut Om Fumio Sasaki itu mungkin cukup. Contoh lainnya menurut gw punya satu mobil cukup dan Pak X punya 6 mobil itu ga lagom. Ya kita tahu kan kalau ada sistem ganjil genap, sementara kalau nganterin anak ga efektif karena bikin telat ngantor jadinya Pak X punya 2 mobil genap ganjil untuk dirinya, istrinya yang bekerja juga dan untuk anaknya.  Beda udah jangan dibanding-bandingin.

Gw pribadi seneng loh hidup lagom dengan barang yang cukup. Suami gw adalah contoh hidup orang yang lagom. Pas pindah kontrakan saja dia packing baju dan barang-barangnya dia cuma 1 jam doang. Sementara gw? Ya masih lebih cepet dari kebanyakan orang tapi masih kalah sama obbie lah. Kalau sama printilan kulkas, mesin cuci dan kasur sih cukup sehari sih sebenernya karena barang kita cuma sedikit. 

Kesimpulannya, Lagom, Stoa dan Minimalism kalau dipikir adalah cara hidup Rasulullah. Selama ini gw sok-sokan bilang Lagom, Stoa dan Minimalism padahal itu semua adalah ajaran islam, bukan sesuatu yang baru gitu.
Contoh: Lagom dalam makan adalah yang porsinya tidak terlalu banyak tidak terlalu sedikit.
Minimalism dalam makan adalah makan sesuai porsinya.
Stoa dalam makan adalah tidak berlebihan karena mengikuti emosi/nafsu
Rasulullah dalam makan "makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang"
Sama aja kan sebenarnya? Ikuti cara hidup Rasulullah, insyaAllah nanti kalian selamat dunia akhirat.

Berikut foto-foto hasil decluttering gw. Sebenernya ada 4 kloter berbeda tapi karena lelah beberes ye kaann.. Cuma ada 2 ini aja.

Isi baju semua yang mungkin manfaatnya cuma menyambung silaturahmi  πŸ˜“

Minta tolong sama donasi barang waktu itu... Banyak barang ga penting masyaAllah..


Thanks to mimin instagram @donasibarang dan @clothesforcharity yang membantu gw untuk mengurangi barang gw dan dimanfaatkan untuk orang yang membutuhkan. Jadi @donasibarang ini menerima barang apapun.. Beneran apapun sampe lemari rusak dan ac rusak juga diterima. Hasilnya buat biaya pendidikan autis kurang mampu. Khusus daerah jabodetabek nanti dijemput sama orangnya gratis!! Sedekahlah setidaknya buat ongkos capek.

Kalau @clothesforcharity mereka menerima baju dan jilbab untuk dijual murah ke masyarakat tidak mampu. Hasil penjualan buat disumbangkan kalo ga salah. Mesti kirim sendiri ke kantornya via ojek online atau dianter sendiri. Sehat selalu ya teman-teman. Semoga pahala berlimpah.

Sekian celotehan saya..
Ini semua cuma pendapat pribadi, semoga tidak menyinggung siapapun.
Memel out!!!


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

Referensi: https://tafsirweb.com/3050-surat-at-taubah-ayat-34.html
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih

Referensi: https://tafsirweb.com/3050-surat-at-taubah-ayat-34.html 
M


No comments:

Post a Comment

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...