Kota yang menjembatani Eropa Timur dan Tengah ini harganya tidak Eropa Timur sama sekali menurut gw, karena pengeluaran gw sama aja kayak selama di Paris atau kota-kota lain di Eropa Barat. Harga Airbnb-nya pun semahal Eropa Barat.
Kalau ada orang menyarankan liburan ke Eropa Timur aja karena lebih murah, saya coba luruskan.
Eropa Timur yang tidak menggunakan mata uang Euro murah. Kalau Hungary, Czech Republic dan Croatia dengan mata uang mereka masing-masing memang murah, jatuhnya kurang lebih sama seperti Jakarta.
Awalnya saya tidak tertarik sama Vienna akibat keburu silau akan Eropa Barat. Setelah dua kali berkunjung ke sini, Vienna naik pangkat menjadi salah satu kota favorit saya, selain ada Parndorf dan Hallstatt yang cuma 3 jam naik kereta. Transportasi bagus, kue enak banyak, kalau mau foto di gedung dengan arsitektur yang Eropa banget juga banyak.
How to Get Here?
Transportasi menuju Vienna menurut saya cukup lengkap, mungkin ada tiket langung dari Indonesia ke Vienna. Pilihan kereta dan bus juga banyak kalau kalian start dari negara-negara lain. Saya biasanya memilih bus karena terminal bus pasti di tengah kota. Kalau Airport biasanya agak jauh dari kota dan itu berarti nambah ongkos lagi. Nono.. sebisa mungkin ga keluar duit..Heheheheheh.
Explore The City
Sistem transportasi di Eropa selalu membuat saya iri, kapan Indonesia bisa begini. Untuk keliling kota kalian bisa beli tiket 24 48 dan 72 jam tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tiket ini bisa digunakan untuk semua transportasi public di Vienna. Jangan lupa Validasi yak. Sisanya ya pakai Google Map aja, nanti akan dikasih tau rute terbaik dan transportasi apa yang dibutuhkan. Kalian sisa ngikutin aja.Must Visit Vienna
Daya tarik Vienna menurut gw adalah gedung-gedung dengan arsitektur yang sangat cantik. Kalau kalian pencinta Mozart seperti suami saya, kalian bisa ke Museum Mozart atau nonton Orchestra. Katanya sih ada setiap hari, tapi berhubung suami gw orangnya spesifik, gw sampai sekarang belom pernah nonton Orchestra. Berikut ini tempat-tempat favorit gw di Vienna
1. St. Stephen Cathedral+Stephanplatz
Gerejanya cantik sekali dan disekitarnya banyak tempat belanja. Di dekat Stephanplatz ini ada makanan wajib kalau kalian mengunjungi Vienna, yaitu Wienner Schnitzel yang Veal (anak sapi). Taunya kalau itu veal? Cek harganya, Veal Wienner Schnitzel ini harganya 20 Euro. Pilihan lain sih ayam dan babi, tapi yang khas Vienna adalah yang anak sapi.
| Stephanplatz |
| Salah satu toko di Stephanplatz |
| elus dada abis liat harga jam Patek |
2. Hofburg Palace
Gw cuma tau ini must visit Vienna doang. Yang membuat gw kesini adalah Cafe Demel. Salah satu makanan wajib kalau berkunjung ke Vienna juga, yaitu Sacher Torte. Toko Demel ini kesukaan keluarga kerajaan, makanya tokonya sangat dekat dengan Hofburg Palace ini.
3. Rathausplatz
Berdasarkan Google Rathausplatz ini adalah balai kota, setiap gw kesini tempat ini selalu ramai. Pas winter ada Christmast Market dan pas Spring kemarin gw dateng kayaknya mau dijadikan tempat konser. Kalau berkunjung kesini kalian bisa sekalian keliling ke Parliament Building dan Wiener Eistraum.
4. Belvedere Palace Museum
5. Maria Theresia Denkmal
6. Mozart Statue

7. Opera House

8. Mozart House
Karena masuk museum selalu mahal, makanya tujuan kesini cuma ke souvenir shopnya karena pak susu pengen Mozart Rubber Duck yang bawa biola (spesifik). Dan itu cuma ada disini kalo mau nyari.
![]() |
| Rumahnya Tarjo |

![]() |
| Di depan pintu masuk doang ini, ga sampe ke dalem museum |
9. Hundertwasserhaus
10. Kaiser Franz I
11. Heldenplatz
Must eat:
Kenapa must? Karena setelah membaca trip advisor, nanya temen dan nonton Youtube, gw dan pak susu memutuskan HARUS MAKAN Sacher Torte dan Wiener Schnitzl yang Veal (anak sapi). Kita sudah merelakan harganya yang menguras kantong kami dengan alasan "yang penting udah pernah nyoba sekali, daripada nyesel terus udah pulang ke Indonesia.. baliknya lagi kan mahal" *panjang yak alasannya.1. Figlmuller
Satu-satunya yang menyediakan Wiener Schnitzl yang veal. Harga 20 euro. Karena antriannya pasti panjang. Bilang ke abangnya (abaaaanggg...😅😅😅) mau take away. Nanti langsung disuruh masuk dan kita nggak mesti ngasih tip kalo nggak makan ditempat. Kalian tau kan aturan ngasih tip? 10-20% dari harga yang kita pesen. Sopannya sih gitu, kalo muka badak sih nggak ngasih gpp.
2. Demel
Sudah dibahas diatas dan selalu gw IG story sampe berbusa. Gw pribadi suka Sacher torte di Demel dibandingkan di Hotel Sacher. Trik yang sama juga bisa diterapkan, kalo antriannya panjang langsung ke abangnya aja dan bilang mau take away. Ga mesti ngasih tip dan cepet pulang
![]() |
| Tarjo di depan demel |
| Sacher Torte mini dan Kardinal sesuatu..kata pak susu must eat juga |
| Foto dulu biar heitzz |
3. Happy Noodle
Happy noodle ini sesuai namanya.. bikin happy. Makanan di Vienna sih mahal banget kalo menurut gw. Kalo pengen makan murah biasanya gw ke daerah yang ada Happy Noodlenya ini. 6 Euro.. banyak dan enak. Banyaknya beneran banyak karena pak susu satu aja kenyang. Buat perut normal macem gw happy noodle ini buat 2x makan. Buka sampe jam 12 malam,
4. Cafe Sacher
Awal mula adanya kue Sacher Torte ya di Cafe Sacher ini. Kalo dibandingkan Demel, pak susu suka yang ini karena ada sensasi asem asemnya gitu dari selainya.
Review:
1. MAHAL WOI!! tapi tetap menyenangkan
2. Banyak makanan asik senangkan hati.
3. Air keran bisa diminum
4. Public transportnya bagus dan semua tempat bisa dicari di google map, kalau sampe nyasar gw bingung deh..
5. Semua orang di daerah turis bisa Bahasa Inggris
6. Airbnb yang murah ada di ujung-ujung kota.. tapi gpp karena public transportnya bagus. Walau jauh semua berasa dekat.
7. Makanan halal palingan kebab yak. Gw sih anaknya selama ga ada babi dan lard dan produk babi gw makan aja.
Tips dari memel:
1. Bawa air minum sendiri (kayaknya gw ulang-ulang mulu)
2. Pipis yang puas karena ga ada WC gratis (inipun gw ulang-ulang mulu)
3. Cari penginapan yang jauh dari tengah kota, biasanya harganya lebih murah dan pastinya tetep nyaman
4. Kalo sanggup jalan kaki dan tinggalnya di tengah kota nggak usah naek kendaraam umum, kalaupun mau naik kendaraan umum yang single trip aja.
5. Beli oleh-oleh yang jauh dari daerah turis (kalo lo belinya pas di Stephanplatz mah mahal)
6. Kalau pengen makan yang antriannya panjang, bilang aja mau take away nanti langsung dilayanin. Ga mesti ngasih tip.
7. Kalau mau masak pastikan belanja di supermarket lokal yak
Sekian cerita gw tentang es krim di Eropa.
Semoga bermanfaat.
Kalo mau tanya-tanya DM aja ke IG @melzealanda. Kenapa IG karena gw lebih sering buka IG.











No comments:
Post a Comment