Tuesday, November 3, 2020

Pengalaman Melawan Sembelit dengan Sabun Pada Bayi Berumur 2 bulan Sebagai Solusi Terakhir

Disclaimer: ada foto pup bayi saya dibawah sana. Bagi yang tidak bisa melihat gambar pup mohon maaf ya... 

Bayi tidak datang dengan buku manual. Sebagai ibu baru saya sering panik jika ada masalah pada bayi saya, salah satunya adalah sembelit. 


Awal mulanya sang bayi gemas ini kena alergi dalam bentuk merah-merah di kulit. Tapi setelah menonton youtube dokter anak subspesialis immunologi dan alergi yaitu Dokter Zakiudin, saya baru mengetahui kalau alergi bisa berupa diare atau sembelit jika terkena saluran pencernaan.

Alhamdulillah ternyata anak saya kena sembelit. Dari artikel yang saya baca, anak ASI tidak pup selama 14 hari itu wajar. Lebih dari itu segera ke dokter anak. Svea udah 8 hari belum pup, saya usahakan dulu pijat ILU dan kaki digerakkan seperti mengayuh sepeda.

Kemudian saya baca-baca lagi artikel, anak yang lahir secara SC saluran pencernaannya tidak mendapatkan bakteri sebanyak anak yang lahir per vaginam. Sebaiknya diberikan prebiotik tambahan.  ((silahkan cari jurnal/artikelnya sendiri ya teman-teman))

Saya curhatlah ke dokter spesialis anak saya, bertanya apakah perlu prebiotik. Beliau bilang belum. Tapi karena anak saya rewel sekali saya berikan saja, toh bukan obat.

Keesokan harinya pupnya keluar, tapi bentuknya padat seperti pup orang dewasa. Awalnya saya santai, kemudian saya tanyakan kepada teman saya yang lebih senior tentang mengurus anak. Kata mereka sih svea sembelit. 

Laporan saya kepada suami masih belom pake sabun ya

pup yang keluar saat itu


Karena masih hari ke 9 saya masih santai, pup masih keras seperti hari ke 8 tapi pada malam hari svea jerit-jerit kesakitan. Setelah dipijit-pijit agak lama akhirnya svea bisa tidur tenang. 

pup yang keluar di sore harinya


Hari ke 10 saya tetap melakukan pijat ILU, kaki digerakkan seperti mengayuh sepeda dan kaki ditekuk-tekuk kayak posisi jongkok untuk menstimulasi pupnya agar cepat keluar. Pup yang keluar masih sama, padat seperti pup orang dewasa.

Sayapun mencari blog atau artikel mengenai cara mengatasi sembelit untuk bayi 2 bulan. Akhirnya saya menemukan ini, pengalaman beliau sama persis seperti svea tapi beliau anaknya sudah 14 hari sembelit. Tips dari dia sih memasukkan sabun ke anus bayinya.

Karena saya berfikir ini terlalu bahaya karena memasukkan benda asing ke dalam anus, saya diskusi dengan suami. Suami tidak mengijinkan karena khawatir. Saya kembali bertanya kepada teman saya, ada yang manjur pake teknik ini. Karena teman saya dekat dengan suami, dia tahu pasti suami ga akan memberikan ijin. Tapi dia berteori, sabunnya kan diletakkan di anus. Sudah jadi mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap asing. Jadi pasti akan dikeluarkan. 

Teman saya menyarankan ini juga sebagai SOLUSI TERAKHIR


Jika kalian menyarankan pake obat pencahar yang dimasukkan ke anus, sudah saya tanyakan kepada apotekernya ternyata untuk anak 3 tahun. Anak saya 2 bulan, jadi saya ga mau. Setelah saya baca lagi jika diberikan pencahar takutnya akan ketergantungan karena bayi akan malas mengejan nantinya. ((artike/jurnal silahkan cari sendiri))

Saran saya tampung sambil mengobservasi keadaan Svea. Tetapi malamnya Svea mengejan sampai mukanya merah seperti kesakitan. Akhirnya nangis menjerit sampai suaranya serak. Sebagai ibu saya ga tega melihat anak saya kesakitan. 

ijin kepada suami dulu sebelum tindakan

Saya meminta ijin suami dan suami mengiyakan karena memang semua cara sudah dilakukan.

Cara yang saya lakukan

1. Cuci tangan biar steril
2. Memotong sabun sebesar batang korek api. Pokoknya cukup tebal dan kuat agar bisa masuk anus. Kemudian sabun dibasahi.
3. Masukkan sabun ke dalam anus. Kata teman saya yang nyoba dia cuma masukin setengahnya kemudian dicabut lagi.
4. Tunggu 6 menit sambil memegang kaki anak untuk gowes sepeda ( svea sudah nangis setelah 6 menit)
5. Bersihkan pup yang keluar 

Review:

Efektif tapi tidak disarankan dokter ya, banyak artikel yang menentang teknik ini.

Sabun yang saya masukkan keluar utuh dan yang penting anak saya udah ga jejeritan lagi. Gw ga boker 2 hari aja gelisah apa lagi anak gw yang ga pup 10 hari. 

INGAT INI PENGALAMAN PRIBADI DAN DILAKUKAN KARENA DALAM KEADAAN DARURAT. SEMUA CARA SUDAH SAYA LAKUKAN. SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA MOMIJEN MENGIKUTI SARAN INI. RESIKO DITANGGUNG SENDIRI 🙏

SEKALI LAGI RESIKO DITANGGUNG SENDIRI. INI CARA TERAKHIR JIKA UDAH STRESS BANGET GA TAU MAU NGAPAIN LAGI.

CAPSLOCK GA RUSAK, GW KESEL AJA NETIJEN CEPET BANGET BERKOMENTAR TANPA TAHU LATAR BELAKANG KENAPA SAYA MELAKUKAN INI. DIKIRA GW GA BISA BACA KALI YA? IBU PASTINYA AKAN MENCARI ALTERNATIF AMAN SEBELUM MASUK-MASUKIN SABUN. BIASAKAN TOLERANSI SEBELUM KOMENTAR *LHA KOK DENDAM 🤣

Apakah Svea sembelit? 

Berdasarkan IG Live dr. Mesty dan Prof. Hanifa sih iya. Karena ada dua dari enam tanda konstipasi yaitu secara Frekuensi kurang dari 2x dalam seminggu ((tapi tapi anak ASI kalo 14 hari lalallalala.. Sana nonton IG LIVE dulu)). Satu lagi BAB keras dan sakit. Ya bisa diliat sendiri dari bentuk pupnya. Saya yang tahu itu sakit karena saya melihat sendiri anak saya kesakitan. So, teman-temanku yang bijak. Biasakan toleransi dulu dan membaca dulu sebelum "memberikan saran" atau "komentar". Yakinlah seorang ibu tidak akan menjadikan anaknya bahan eksperimen. 

Empat tanda sisanya? 

Tidak ada tanda kecipirit dalam 1 minggu

Ada riwayat menahan BAB ditandai dengan mengepit kedua kakinya. (ada jadi sebenernya udah 3 tanda sembelit)

Ada riwayat pup sampai menyumbat lubang WC (anak eike kan masih 2 bulan jadi ini ga termasuk)

Tanda terakhir yang hanya bisa dilakukan oleh dokter yaitu jika jari dimasukkan ke anus, teraba ada pup yang keras. 

Sekian cerita saya mengenai mengatasi sembelit yang sebenarnya tidak disarankan ini. But if that works ya udahla. Semoga bermanfaat, eh kalo bisa sih jangan sembelit ya 😅 

Sehat-sehat selalu ya teman..
Memel out!!! 

No comments:

Post a Comment

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...