Wednesday, June 6, 2018

Berlibur ke Venice dengan Budget Tipis

Next Stop Venezia..

Venezia kami pilih karena setelah menonton Youtube dan mas-masnya bilang "kunjungi Venezia sebelum Venezia menghilang. Global Warming membuat air laut tiap tahun makin naik dan Venezia akan tenggelam di tahun 2100." Hmm.. 2018 ke 2100 jauh yak.. Ya udahla, suami pas ditanya mau ke mana, dia bilang terserah 😅😅😅

Persiapan Sebelum Berangkat

Sebelum ke Venice pastinya gw memilih Airbnb terdekat, terjangkau dan termurah dari bandara, karena pulang ke Copenhagen akan ke bandara ini lagi, biar nggak nyasar maksudnya. Kemudian dapetlah di daerah Venice Mestre. Dari Venice Mestre ini ke tempat wisata yang bisa naek Gondola itu cuma 10 menit naik kereta. PAS BANGET KAAANNN!!! Nama stasiun tempat wisatanya Venezia Santa Lucia.

Menuju Venice Mestre dari Bandara

Sebenarnya banyak pilihan kendaraan. Tapi gw cerita pengalaman pribadi gw aja ya. Pertama sampai di bandara pastinya nanya ke tourist centre. Kemudian diarahkan untuk beli di mesin tiket seperti di bawah ini. Mesinnya ada di Halte D yak. Okee..Tempat yang kami tuju dari bandara adalah Venice Mestre, karena kami mau naro koper dulu di Airbnb kami. Kalau yang naik bus dari luar negri, biasanya turunnya juga di Venice Mestre ini.


si mesin

Halte D


Tiket sebenarnya bisa langsung beli di tourist centre tadi, harganya 8 euro/orang. Karena suami saya googling ada pilihan 1 euro per orang, kami memutuskan beli sendiri di mesin. Eh ternyata sami mawon harganya, ya udah beli deh. Tiket yang 8 euro ini langsung dari bandara ke Venice Mestre. Bisa bobo tanpa khawatir akan terlewat.

Venice Mestre ke Venice S Lucia

Setelah nitip koper, kami berangkat buat berjalan-jalan ke tempat terindah katanya orang-orang. Harga tiket kereta dari Venice Mestre ke Venice S. Lucia harganya 1,3 euro per orang. Beli tiketnya di mesin. Kalau bingung ada petugasnya kok. Kalau bingung keretanya yang mana, ya ditanyalah.. pemalu amat jadi orang hehehehehe..

Venezia Santa Lucia terus ke mana saja?

Saya sendiri membuat Itinerary seperti ini..
  1. Rialto Bridge
  2. Bridge of Sigh
  3. Doge Palace
  4. Piazza san Marco
  5. T Fondaco Dei Tedeschi (venice dari atas.. GRATIS, tapi ga ke sini)
  6. St. Mark Square
  7. Bolovo Stairs
Awalnya mau naik Vaporetto (water bus) karena Gondola kemahalan. Setelah melihat harga water bus, kita memilih jalan kaki. Karena? Masih muda cuy, masih kuat jalan. (kok songong yak haahahhah, water bus mahal.. mending makan)

Pertama sampai kami makan dulu karena kelaperan. Berikut ini list makanan kami:

1. Suso Gelato

Gelato terenak menurut Tripadvisor, gw sendiri sampe nangis makan ini karena enak banget. Grom di Pacific Place rasa es tung-tung doang kayaknya. Harga dua scoop 5 Euro.

Suso Gelato
 2. Crazy Pizza

Dipilih karena ada sticker TripAdvisornya, tempat makan di Venice ini mau ranking 400 juga tetep dipajang loh stickernya.  Penampakannya mirip Pizza Grand Lucky di Jakarta. Harga 2,2 euro.

Crazy Pizza
3. La Boutique del Gelato

Ini murni kesalahan gw karena orang-orang di Youtube menyarankan untuk makan gelato di sini. Enak sih, tapi setelah makan SUSO jadi biasa aja. Harga 1,5 euro.

Le Boutique del Gelato
4. Dal Moro

Ini terbaik bangsa sih. Suami gw menemukan ini di situs theculturetrip. Letaknya jauh dari daerah turis tapi yang antri buanyak. Harga satu porsinya 5,5 euro. Ga pake tip-tipan abis itu. Pasta di sini enak tapi bener-bener plain, cuma pasta dan sausnya aja belum sama topping apapun, kalau mau topping harus pesan sejak awal. Favorit khalayak ramai yang pasta pake pesto. Salah satu tips dari gw: cari makan jangan yang di daerah banyak turis, apalagi yang ada menu bahasa inggris... Udahla harga biasa saja, pelayanan kurang, mahal pula. Tau dari mana gw? Nge-Youtube



5. Birraria la corte

Pertama kali sampai di Venice Santa Lucia kita langsung menuju ke restoran ini, karena udah mau mati karena laper banget. Pas liat menu, masya Allah. Mahal sih relatif yak, duit kita ada sih sebenernya, tapi ga rela aja kalau beli makanan yang sebenernya bisa murah. Awalnya ragu, soalnya walau harganya masih terjangkau dompet tapi ratingnya sedang-sedang aja, agak ga rela. Tapi karena laper banget kita pesen satu Gnocchi ini aja. Udah ditanyain kok, dia ga pake babi. Rasanya, enak cuy.. Gnocchi yang gw tau selama ini aliran sesat. Rasanya surgawi banget. Satu piring ini 12 euro. Plus service fee 2,5 euro per orang. Iya per orang. Kita ga ngasih tip lagi gara-gara si service fee ini. Yah, restaurant yang menunya ada bahasa inggrisnya memang mahal.

Tambahan dari Pak Suam: maap norak, pas makan di sini baru tau ternyata cara bacanya "Ginyokki". Agak terpana aja pas waiternya konfirmasi sambil mengatakan sesuatu yang kedengeran kayak "Penyokin". Norak ya gitu aja terkagum-kagum sendiri, hehehe . . . 😙😙😙


Explore Venice

Saya jelaskan lagi kalau saya dan suami jalan-jalan mengelilingi Venice dengan jalan kaki. Bagi yang mau naik water bus (Vaporetto) harganya 7,5 euro. Ada one day travel card juga. 20 euro. Ini gw copy paste dari google yak keterangan si 7,5 euro.

Adult standard one-way fare €7,50
Biglietto di corsa semplice
(Good for 75 minutes after validation on all routes of the Venice transportation network except the Alilaguna, Fusina, and Clodia lines. You can use more than one line to reach your destination, but return trips during the 75 minutes are not allowed.)
 Di situsnya sendiri ditulis
Money-saving tip:

  • Venice is a compact and walkable city, and you shouldn't need to use the vaporetto often unless you have trouble walking, are pressed for time, or are going to an island (such as the Lido or Murano) outside the historic center. Our advice: Walk when you can, and organize your schedule to make the most efficient use of a tourist travel card

Setelah membaca itu.. ya ngapain beli? Mending jalan kaki. Hahahahahahah

Dari salah satu Youtube yang gw tonton katanya "Just get lost, you are in Venice" ya Venice segitu-segitu doang. Jadinya akan balik lagi ke tempat asal.


Things to do

1. Gondola

Salah satu tourist trap kegiatan wajib saat berkunjung ke Venice. Gw kalau ramean mau deh naik ini, tapi 80 euro buat naek perahu sih.. nono, mending gw skip dan duitnya dipake buat makan. Katanya kalo ciuman pas di bawah Rialto Bridge hubungan bakal awet. Kita ciuman di atasnya ajalah, masih satu jembatan ini.


Tarif Gondola Max 5 orang

Rialto Bridge

2. St. Mark Basilica

Pas kita sampai, daerah ini penuh turis. Yang mau masuk aja antri. Gw sebagai muslimah yang risih diliatin skip masuk sini. Ga enak sama orang-orang, ngapain juga gw masuk.

St. Mark Basilica




3. Piazza san Marco

Masih satu area sama St. Mark Basilica

Piazza San Marco

St. Marco Campanile
4. Bridge of Sigh
Salah satu spot foto wajib kalau mengunjungi Venice. Suami gw ga mau antri di sini demi dapet foto kece, karena sebenernya bridge of sigh ini adalah tempat dimana narapidana bisa melihat dunia luar terakhir kalinya sebelum disidang di Doge Palace. Sedih sih.. tapi ya foto aja dulu biar kekinian.

Bridge of Sigh

5. Bolovo Stairs

Disebut juga Palazzo Contarini Minelli dal Bovolo. Palazzo kecil di Venice. Terkenal karena tangga spiral yang multi arsitektur yang dikenal sebagai Scala Contarini del Bolovo. Letaknya masuk-masuk gang gitu agak jauh dari daerah turis Piazza san Marco. Sejarahnya: ini dibangun untuk salah satu rumah keluarga Contarini (yang mboh siapa). Mungkin ada yang lebih paham. Ini hasil curi dengar tour sebelah.

Bolovo Stairs









Tips jalan murah a la memel:

1. Makan jangan di daerah turis, karena selain mahal, pelayanan kurang, makanan biasa aja. Mending gw makan Dal Moro itu, murah, banyak, kenyang. Ga perlu ngasih tip.
2. Oleh-oleh juga cari toko souvenir yang di pelosok-pelosok. Lebih murah,,
3. Bawa air minum sendiri
4. Banyak googling dan Youtube mengenai tempat-tempat yang ingin dikunjungi.
5. Datang pagi-pagi sekali demi menghindari banyaknya turis
6. Kalau mau beli peta sebelum berangkat ke Venice S. Lucia. Karena kalau udah sampai harga petanya jadi 3 euro.Atau lebih baik lagi: Google Maps + sim card yang paket datanya aktif. Sinyal di Venice bagus banget kok.

Sekian tulisan saya mengenai Venice.
Semoga bermanfaat.
Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa DM ke IG saya @melzealanda karena saya lebih aktif di IG

Memel out!!


No comments:

Post a Comment

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...