Sependek pengetahuan saya, Aqiqah adalah wajib hukumnya bagi yang mampu. Satu kambing untuk anak perempuan dan dua kambing untuk anak laki-laki.
Disaat pandemi seperti ini, membuat acara aqiqahan adalah sesuatu yang mengerikan karena bisa membuat kluster baru. Saya yang sangat mematuhi protokol ini akhirnya memutuskan untuk tidak membuat kerumunan untuk mencegah penyebaran.
Saya dan suami yang introvert ini juga cukup diuntungkan dengan adanya pandemi ini karena tidak harus membuat acara.
Hah? Tidak membuat acara? Ga malu dicibir netijen? Buat kami bersosialisasi cukup melelahkan, jadi tidak membuat acara adalah hal yang menyenangkan. Toh kami tahu inner circle kami sangat pengertian.
Setelah mencari tahu berdasarkan pencarian Google. Inti dari aqiqah adalah menyembelih hewan dan memberi nama. Untuk acara pengajian, potong rambut oleh sesepuh itu cuma tambahan. Silahkan koreksi saya jika saya salah.
Akhirnya saya memilih rumah aqiqah untuk menyiapkan semuanya. Kenapa rumah aqiqah? Rekomendasi kakak saya sih. Sekian dan sangat tidak informatif😅
Kalau tidak sedang pandemi, kambing yang dipotong bisa disaksikan oleh pemesan. Saya sih memilih tinggal beres aja. Toh tidak bikin acara.
Berikut menu yang mereka tawarkan dan paket - paketnya.
Review:
1. Customer service responsive
2. Makanan enak dan pengantaran tepat waktu
3. Dapat sertifikat dan foto-foto penyembelihan dan pengantaran
4. Harga cukup affordable dan banyak pilihan menu.
5. Kalau mesennya kotakan tapi mau dibagikan ke orang yang membutuhkan mereka bisa langsung menyalurkan.
Karena tidak semua orang suka kambing, akhirnya saya memutuskan untuk membuat hampers aqiqah untuk orang terdekat. Isinya sih sedikit pemaksaan untuk hidup less plastic 🤣🤣🤣🤣. Semua mesennya online dan tidak keluar rumah sama sekali. Eh, keluar deng sampai pager doang 🤭🤭
Kenapa saya memilih hampers ini? Kebanyakan hadiah aqiqahan kalau ga terlalu terpakai yah jadi menuh-menuhin lemari aja. Contoh mug gambar muka bayi gw 😅 buat gw sih lucu tapi buat orang lain belom tentu. Alhamdulillah sih pada seneng nerimanya, entah beneran seneng atau enggak ya terserah.
So? Aqiqah tidak bikin kerumunan? Bisa kok, no kerumunan dan tetap bisa berbagi yang membutuhkan. Inner circle saya sih ga nyinyir "kok ga pake acara aqiqah bla bla bla". Kalau ada yang nyinyir juga yaaaa bodo amat. Toh lagi pandemi, abis acara ada yang kena covid lo bisa tanggung jawab ga? Saya sih ga bisa, berat loh kehilangan orang tersayang.
Mengutip omongan dokter Amman Pulungan dari webinar yang saya ikuti, "anggap saja kita lagi perang, tapi sayangnya perangnya lawan virus jadi tidak terlihat. Mana ada saat perang orang pergi sekolah, penuh tembakan malah mati"
Ya mana ada lagi perang bikin acara aqiqah. Saya tidak bisa bertanggung jawab kalo ada kluster setelah acara aqiqah. Amit-amit kalau bayi saya sendiri yang kena. Resiko terlalu tinggi, saya cukup puas dengan aqiqah seperti ini. Hehehehe..
Setelah mencari tahu berdasarkan pencarian Google. Inti dari aqiqah adalah menyembelih hewan dan memberi nama. Untuk acara pengajian, potong rambut oleh sesepuh itu cuma tambahan. Silahkan koreksi saya jika saya salah.
Akhirnya saya memilih rumah aqiqah untuk menyiapkan semuanya. Kenapa rumah aqiqah? Rekomendasi kakak saya sih. Sekian dan sangat tidak informatif😅
Kalau tidak sedang pandemi, kambing yang dipotong bisa disaksikan oleh pemesan. Saya sih memilih tinggal beres aja. Toh tidak bikin acara.
Berikut menu yang mereka tawarkan dan paket - paketnya.
Review:
1. Customer service responsive
2. Makanan enak dan pengantaran tepat waktu
3. Dapat sertifikat dan foto-foto penyembelihan dan pengantaran
4. Harga cukup affordable dan banyak pilihan menu.
5. Kalau mesennya kotakan tapi mau dibagikan ke orang yang membutuhkan mereka bisa langsung menyalurkan.
Karena tidak semua orang suka kambing, akhirnya saya memutuskan untuk membuat hampers aqiqah untuk orang terdekat. Isinya sih sedikit pemaksaan untuk hidup less plastic 🤣🤣🤣🤣. Semua mesennya online dan tidak keluar rumah sama sekali. Eh, keluar deng sampai pager doang 🤭🤭
Kenapa saya memilih hampers ini? Kebanyakan hadiah aqiqahan kalau ga terlalu terpakai yah jadi menuh-menuhin lemari aja. Contoh mug gambar muka bayi gw 😅 buat gw sih lucu tapi buat orang lain belom tentu. Alhamdulillah sih pada seneng nerimanya, entah beneran seneng atau enggak ya terserah.
So? Aqiqah tidak bikin kerumunan? Bisa kok, no kerumunan dan tetap bisa berbagi yang membutuhkan. Inner circle saya sih ga nyinyir "kok ga pake acara aqiqah bla bla bla". Kalau ada yang nyinyir juga yaaaa bodo amat. Toh lagi pandemi, abis acara ada yang kena covid lo bisa tanggung jawab ga? Saya sih ga bisa, berat loh kehilangan orang tersayang.
Mengutip omongan dokter Amman Pulungan dari webinar yang saya ikuti, "anggap saja kita lagi perang, tapi sayangnya perangnya lawan virus jadi tidak terlihat. Mana ada saat perang orang pergi sekolah, penuh tembakan malah mati"
Ya mana ada lagi perang bikin acara aqiqah. Saya tidak bisa bertanggung jawab kalo ada kluster setelah acara aqiqah. Amit-amit kalau bayi saya sendiri yang kena. Resiko terlalu tinggi, saya cukup puas dengan aqiqah seperti ini. Hehehehe..
Masya Allah,, murah banget kambing disana mbak. Dikotaku (papua) 1 kambing aja udah 6-7 jutaan :D
ReplyDeletewaw.. bisa kuat kurban 1/7 sapi. Papua mahal semua sih ya? makasih udah mampir ya sist Dee
Delete