Monday, October 19, 2020

Choqing Liuyishou Home Delivery Service

Banyak hal yang tidak dapat dilakukan saat pandemi seperti ini, salah satunya adalah dine-in di restoran. Awalnya saya tidak ada masalah, toh ada layanan ojek online. Tetapi setelah 7 bulan "dikurung" saya kangen juga dine-in di restoran. 



Harga nyawa saya tentunya tidak dapat ditawar, saya tetap tidak mau keluar. Satu waktu saya melihat ig story teman saya yang sedang memesan home service dari satu restoran. Akhirnya saya ikutan memesan.

Restoran ini saya pilih karena banyak review dari food reviewer. Setelah watsapp customer service dan mentransfer semua biaya, saya tinggal tunggu deh. Berikut harga menunya. 



Saya memesan yang tidak full service agar tidak banyak kontak. Setelah mejanya di-setting, pelayannya pulang. Kami tinggal makan deh. Pelayannya cukup bagus karena pakai APD, semua alat makan dibungkus plastic wrap. Tidak go green sih tapi steril. 



Review:


Menu yang saya pesan yang 500 ribu untuk 2 orang.

1. Kaldunya enak  dan buanyak. Bisa dipake untuk 4 porsi. 

2. Kalau menurut saya yang pelit ini, daging terlalu sedikit. Untungnya saya punya stock daging jadi bisa dicelup-celup di kaldunya. 



3. Pelayanan baik, APD lengkap bikin saya merasa aman. Customer service watsapp sangat responsive.

4. Condiment dan sausnya juga enak. Jumlahnya cukup untuk 3 orang untuk kami yang tidak terlalu suka pake saus banyak-banyak.

5. Enaknya makan di rumah bisa nambah-nambah daging/seafood/bahan lainnya sendiri.

Tips:  untuk yang pesen kaldu mala, rempahnya jangan dimasukkan semua. Pengalaman saya yang newbie ini malanya jadi pedas sekali karena rempah yang isinya bunga lawang, kayu manis dan lainnya saya masukkan semua. Hiks..

Lokasinya ada di senopati dan pantai mutiara. Lengkapnya bisa cek di ig mereka aja ya Chongqing liuyishou hotpot.

Sekian review dari saya.

Memel out!!!



2 comments:

  1. waaah keren ya. Protokol di restoran itu cukup ketat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah.. memang kalau ada harga ada rupa lah mas hehehehhe.. terima kasih sudah mampir..

      Delete

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...