Showing posts with label Malmo. Show all posts
Showing posts with label Malmo. Show all posts

Tuesday, December 11, 2018

Hej då: Selamat tinggal Malmo

Hej då dalam bahasa artinya selamat tinggal atau dadaaaahhh..

Sabtu 9 November 2018 saya dan pak susu menggerek 5 koper dari HSR jam 2 pagi demi mengejar bus terakhir untuk ke stasiun triangeln. Kenapa dibela-belain banget? Karena pesawat eike jam 8 pagi adalah jam nanggung. Bus pertama baru ada jam 5 pagi, sebenernya bisa aja ngejer bus pagi tapi kami takut ketinggalan pesawat aja.

Diperjalanan menuju Triangeln gw mencoba melihat-lihat kota Malmo untuk terahir kalinya, Netto tempat biasa gw mencari diskonan yoghurt atau coklat. Taman-taman yang biasa gw lewati kalau mau nyari diskonan ZARA di Gustav Adolv. Semua yang biasanya gw lewati dengan biasa aja ternyata bikin kangen. Gw kira gw akan nangis pas sampai Triangeln, ternyata ga ada setetes air matapun yang jatuh. Hampa… itu yang gw rasakan saat meninggalkan kota Malmo. Ada sesuatu yang hilang saat gw naik Oresundtag menuju Copenhagen. Hej da Malmo… Vi ses!!! Tack sa mycket!!! *yang pastinya gw teriakkan di dalam hati, kalo gw teriak kenceng-kenceng ganggu orang tidur..


Jam 2 pagi tanpa tim horee

Yang berhasil difoto setelah inget


Pemandangan terakhir di Malmo


Sebulan kemudian, gw masih merindukan Malmo. Gw rindu air keran yang bisa langsung diminum, bayar apapun tinggal tap tap kartu, jalanan kosong tanpa macet, jadwal bus yang bisa diprediksi, kota bersih tanpa sampah dan polusi. Pokoknya gw rindu Swedia. Semua makanan yang gw kangeni selama di Swedia, setelah gw makan ya udah aja gitu. Rindu gw akan Swedia lebih besar ternyata.

Hal yang terjadi selama gw sampai di Indonesia:

1.       Gatel-gatel

2.       Diare

3.       Asthma sering kambuh

4.       Malas kena macet, jadinya kemana-mana pake Gojek

5.       Jadi males jalan kaki karena ga enak

Kesannya sombong amat ya, tapi setelah ketemu anak Swedia yang di Jakarta. Merekapun merindukan hal yang sama dan merasakan hal yang sama. Tapi kayaknya diare gw sama obbie doang deh.. hehehhehe… Rata-rata kangen sama public transport yang enak dan jalanan ga macet sih. Btw saking rindunya (belom move onnya) kami akan Swedia, pas kami ke Mc Donald di Sarinah dan melihat ada self servicenya kita girang banget… berasa di Max Burger.. *receh banget yak..

Swedia memberikan kenangan yang menyenangkan buat gw. Walau harga makanan mahal selebihnya gw cinta mati banget sama Malmo. Kalau ada yang bisa diulang dari hidup gw kayaknya pas bagian Swedia deh yang gw mau ulang.

Yang bikin Malmo menyenangkan:

1.  Udara bersih tanpa polusi

2.   Bersih dari sampah juga

Negara sendiri misahin sampah organik sama anorganik aja masih bingung.. Swedia....

3.       Air keran bisa diminum dan lebih enak dari Aqua galon yang mesti bayar itu

4.       No macet

5.       Public Transport bagus (ada Wi-fi kenceng dan colokan)

6.       Ada barang hilang bisa dicari di Lost and Found

7.       20 menit dari Copenhagen (halah)

8.       Orangnya cakep-cakep dan ga berisik

9.       Cashless jadi ga mesti pegang duit banyak

10.   Errr apartemen kami cakep sih jadi enak

11.   Orang Indonesianya baik-baik

12.   Aman sih tapi kalo apes ya apes aja,,, tapi Alhamdulillah sejauh ini ga pernah kenapa-kenapa

13.   Wi-fi kencang dimana-mana

Yah tapi tidak ada yang mengalahkan nikmat dekat sama orang tua dan makanan murah sih.





Buat tante-tante yang ada di Malmo terima kasih atas bantuan dan kasih sayangnya selama ini. Malmo terasa hangat saat berkumpul sama tante-tante sekalian.


Buat teman-teman di Swedia terima kasih sudah mau mengajak pasutri males bergaul ini jalan-jalan. Senang sekali bisa berkenalan dengan kalian. Semangat kuliahnya dan sukses selalu. Keep in touch ya..

Oh mas ini di Copenhagen deng... makasih fabul sudah mau kami ganggu selama di Copenhagen
I miss fika with these wonderful people
Kullaberg
with Mata Inta? Aradika and Friends? Raniasav (ini maksa) dan Ellen si Princess Tempe :*
Pak susu happy..


Sukses ya kakak banne..

Nyempil di farewellnya ima
Nimis

Selamat tinggal Malmo!! Tack sa mycket..


Terakhir kalinya di Copenhagen

Bismillah..
PS: yang fotonya ga masuk jangan murka ya... foto gw berantakan banget.. comot yang ada aja dulu.. nge-uploadnya juga masya Allah nunggu koneksinya..akan diperbaiki.. janji..

Monday, May 28, 2018

Malmo (Perantauan Dimulai)

Malmo adalah kota terbesar ketiga di Swedia setelah Gothenburg dan Stockholm. Luas kota Malmo sebesar Cilegon dengan populasi serupa Cilegon. Jadi intinya, Malmo itu desa. Untuk mengunjungi Malmo, cukup cari pesawat dengan tujuan Copenhagen kemudian dari Bandara Kastrup Copenhagen tinggal naik kereta Oresundtag 20 menit.

Kesan pertama saat sampai di Malmo adalah dingin, karena gw sampai di Malmo saat winter dimulai. Kotanya bersih dan sunyi, mungkin karena winter. Jika kalian ingin jalan-jalan mengelilingi Malmo, kalau dari Copenhagen cukup dengan membeli tiket bolak-balik CPH-Malmo dengan harga 200 SEK. Itu sudah termasuk tiket bus metro dan kereta di CPH dan tiket bus dan kereta di Malmo yang berlaku 24 jam. 350 ribu rupiah untuk jalan-jalan di dua negara menurut saya cukup murah.

Apa saja yang ada di Malmo?


Saat menuju Malmo dari bandara Kastrup, kalian akan berhenti di Hyllie tempat paspor kalian diperiksa border control. Di Hyllie ini ada mall terbesar di Malmo yaitu Emporia dan Malmo Arena. Kalau ada pertandingan hockey kalian bisa menonton di sini. Selain itu, di rooftop Emporia kalian bisa melihat pemandangan kota Malmo.

Kalau kalian berhenti di Triangeln, yaitu satu stasiun dari Hyllie. Kalian bisa melihat mall kecil di Malmo dan ada gereja St. Johannes. Jika kalian naik bus arah Sodervarn atau jalan kaki 10 menit menjauhi mall Triangeln kalian bisa menemukan Pildammsparken. 








Dari  halte tepat di samping Triangeln naek bus nomer berapapun kecuali nomer 6 dan turun di Gustav Adolf kalian bisa melihat-lihat Malmo Square, atau istilah lokalnya Gustav Adolf Torget (baca: Toryet, artinya alun-alun). Di sini banyak toko-toko seperti ZARA, Filippa K, Naturkompaniet, Shopping Center Ahlens (rumahnya merk lokal seperti WhyRed, Sandqvist, dsb), dan Shopping Center Hansa (H&M, supermarket ICA, dsb) kalau kalian mau belanja.






Jika berhenti di Gustav Adolf coba belok kiri (?) ke arah kuburan. Dari kuburan itu jalan terus sampai menemukan jalan besar di sisi satunya. Kemudian jika belok kiri nanti ada Perpustakaan kota Malmo (Stadsbiblioteket, Stad itu kota dan bibliotek itu perpus). Kalau belok kanan kalian bisa menemukan taman yang bernama Kungsparken (King's Park).




Terakhir jika kalian berhenti di Malmo Central. Naik Bus nomer 2 ke arah Vastra Hamnen (West Haven). Kalian bisa melihat gedung residensial tertinggi di Skandinavia bernama Turning Torso. Atau kalian bisa juga naik bus nomer 7 ke arah ON dan turun di Oresunparken untuk melihat Turning Torso dari sisi pantai. 


Sekian cerita saya hari ini, jika ada pertanyaan seputar malmo silahkan DM ke IG saya @melzealanda. Kenapa IG? Karena saya lebih sering main IG.

Memel out!!!

Moving To Malmo (Kisah Sebelum Merantau)

Apa saja yang harus dilakukan?

Untuk menetap di Swedia selama lebih dari 3 bulan dibutuhkan yang namanya residence permit (RP). Bagi yang jelas keperluannya seperti sekolah atau  bekerja, mendapatkan RP gampang sekali karena semua sudah diurus dari kampus/kantor dan sisanya tinggal kita yang melengkapi dan tunggu 3 minggu selesai.

Gw yang statusnya mau ngikut suami agak lumayan repot mengurus RP ini karena harus menunggu surat dari kampus suami. Dokumen yang waktu itu saya kumpulakn untuk membuat RP adalah:

1. Fotokopi Passport
2. Surat keterangan dari bank. Jumlah tabungan yang perlu kalian persiapkan di dalam tabungan sebanyak 3500 SEK/bulan. Karena gw akan tinggal 11 bulan ya sisa dikaliin aja.
3. Surat dari kampus suami
4. Fotokopi Residence permit suami
5. Fotokopi Passport suami
6. Fotokopi Buku nikah
7. Fotokopi Kartu keluarga yang di-translate dalam bahasa inggris (ini saya nggak ada)
8. Surat dari asuransi kesehatan (ini gw bikin doang ga tau butuh apa nggak)
9. Surat dari suami yang menyatakan bahwa kita akan datang dan tinggal sampai dia wisuda.

Setelah dokumen lengkap, telepon kedutaan Swedia untuk membuat janji. Bisa online tapi ku tak tahu bagaimana caranya. Biar lebih jelas gw memilih telepon langsung ke kantor perwakilan kedutaan di Menara Rajawali Kuningan. 

Pas gw dateng sesuai waktu yang dijanjikan, seharusnya gw transfer dulu sebelum mengumpulkan dokumen. Nah karena saya anaknya penakut, gw lebih suka melakukannya di tempat. Bayarnya gw lupa kayaknya RP.2.400.000 deh. Seharusnya mereka sudah tidak menerima pembayaran cash. Gw ga tahu sekarang masih bisa apa nggak.

Setelah dokumen diperiksa dan sudah lengkap, nanti langsung difoto dan diambil sidik jari. Udah gitu doang.

Penantian dimulai

Gw mengurus RP akhir september kemudian suami harus menunggu surat konfirmasi dari kantor imigrasi Swedia bahwa suami memang tinggal di Swedia dan menyatakan bahwa istrinya yaitu gw memang akan datang dan tinggal selama waktu yang ditentukan. Suami saya baru dapat surat tersebut akhir oktober. Setelah itu saya baru dapat e-mail kalo RP granted awal november. Eits.. jangan bahagia dulu setelah terima e-mail. Setelah dinyatakan granted, kita masih menunggu kartu dicetak. Setelah dicetak baru dikirimkan ke kantor perwakilan kedutaan Swedia. Kartu saya terima awal desember. Total galau menunggu 3 bulan *sujud syukur

Gw banyak baca artikel mengenai RP ini, yang amal ibadahnya bagus (eh..gimana..)  3 minggu udah jadi. Yang apes nunggu 6 bulan masih ditolak dan harus mengajukan banding ke pengadilan. Macam-macam ceritanya dan gw termasuk yang hoki karena angkatan sebelumnya ada yang istrinya baru bisa datang 6 bulan kemudian. Itu pun pake e-mail sana sini dan telpon sana-sini.

Kita bisa melihat proses aplikasi kita sudah sampai mana dengan cara memasukkan nomer aplikasi yang diberikan kantor perwakilan Kedutaan Swedia ke link ini. Cara yang paling cepat kata mas-masnya adalah dengan memasukkan aplikasi kita secara online. Ini tidak gw lakukan karena suami gw belom mendapatkan personnummer (semacam KTP Swedia) yang menjadi syarat memasukkan aplikasi secara online.

Info Tambahan

Ini gw tau dari mas di kantornya sih, katanya semua dokumen yang masuk ke kantor ini seperti dokumen pengajuan visa, RP dan dokumen lainnya yang butuh dikirimkan ke Swedia biasanya dikirim di pertengahan dan akhir bulan. Gw kemaren pas banget di akhir bulan. Jadi dokumen gw sudah dikirimkan di minggu yang sama. 

Sekian cerita gw tentang pembuatan RP.
Semoga bermanfaat.
Kalo mau tanya-tanya DM aja ke IG @melzealanda. Kenapa IG karena gw lebih sering buka IG.

Memel out!!

N.b: suami harus aktif untuk menghubungi petugas imigrasi yang sudah di-assign di Swedianya. Waktu lalu Pak Suam berkali-kali menghubungi petugas imigrasi via sms, e-mail, dan telpon. Walaupun tidak pernah ada sahutan, alhamdulillah prosesnya terasa lancar bila dibandingkan dengan cerita teman-teman yang mencoba apply RP tanpa rajin menghubungi petugas imigrasi.

Monday, May 21, 2018

Kisah Pertama (ceilee kisah..)

Blog ini lahir (bayi kali ah lahir) karena blog sebelumnya kena hack.

Well ga kena hack sih tapi blog lama saya hapus karena kebodohan saya sendiri.
Setelah berkonsultasi dengan penulis yang cukup dikenal oleh seorang memel yaitu Ninit Yunita saya memberanikan diri untuk menulis lagi tentang kegiatan saya selama merantau ikut suami ke Malmo, Swedia. 

Saya sama sekali tidak ada skill dalam menulis. Alhamdulillah saya punya sahabat yang menyesal karena tidak pernah menuliskan pengalaman dia selama tinggal di negeri  orang. Padahal kece loh dia tinggal di UK selama setahun dan liburan sampai ke Negeri Paman Sam. Tapi karena sesuatu dan lain hal, memori yang tersisa hanya foto di Instagram. Maka dari itu jadilah saya yang "dipaksa" untuk review tempat selama saya liburan. Tari Haryanti namanya kalau kalian penasaran. Yah, daripada saya menyesal juga saya tulislah semua review di Instagram saya @melzealanda.

Dan atas dasar omongan suami "Kamu ga ngapa-ngapain kan.. nulislah.. tulisan kamu sebenernya bagus kok kalo rajin" dan dia juga yang bikin blog ini. Daripada mubadzir ye kaan.. nulislah gw.

Kebanyakan saya akan menulis tentang liburan keliling Eropa Hemat ala memel dan Obbie (my beloved husband). Ga Hemat sih tapi ya untuk ukuran pasangan medit irit kayak kami perjalanan kami cukup hemat untuk makan enak di semua negara tanpa bangkrut pas pulang. Tapi sebelum mencapai liburan Eropa hemat saya akan banyak bercerita tentang kota kecil bernama Malmo yang merubah hidup kami yang dari ke luar negeri cuma setahun sekali menjadi LIBURAN KE EROPA SETAHUN!! Allah sungguh maha baik.

Bagi yang penasaran bagaimana seorang butiran atom bernama melisa bisa kenal Ninit Yunita nanti juga akan saya bahas kalo lagi rajin. ahahahhahahahaha

Jika ada kesan riya dalam penulisan saya mohon dimaafkan, karena niat saya dalam menulis blog hanya ingin berbagi kisah bahwa Eropa bisa dijelajahi dengan harga terjangkau.

Sekian,
Memel out!

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...