Wednesday, May 30, 2018

Budapest dengan Budget Tipis

Parliament Building

Budapest kita pilih menjadi destinasi liburan karena:
1. Rekomendasi teman-teman
2. Setelah kita lihat bagus (Instagrammable)
3. MURAH!!!!

Setelah penginapan dan tiket pesawat selesai, kami berangkat ke Budapest menggunakan Wizz air. Alhamdulillah selamat, karena mereka lumayan strict masalah ukuran koper. Sampe masuk aja ada keranda (kerandaaaaa..) buat ngukur koper. Koper gw udah sesuai ukuran 55x46x23 cm. Belinya di ACE Hardware yang biasa diskon sama koper 24 inch itu. Nah itu lolos semua maskapai Low Budget. (pengalaman gw baru Easy Jet dan Wizz air)

BERANGKAT!!!


Gw sendiri yang anaknya pelit ini, rajin baca semua review dan menonton Youtube. Ada yang parah banget sampe kopernya diinjek-injek biar masuk keranda ukuran yang disediakan. Soalnya berdasarkan artikel yang gw baca, lebih 1 cm aja mesti masuk ke bagasi. Biaya penambahan bagasi mulai 50 US Dollar saja. Waaaaaa, bisa makan enak berapa kali gw. Maka dari itu gw cuma membawa 1 koper dan suami membawa 1 ransel. Koper suami gw lebih 3 cm. Tas yang boleh dibawa cuma 1 tok. Ga boleh ada tas kecil buat paspor ga boleh pokoknya SATU DOANG!! Pas sampe bandara banyak yang gendut-gendut kopernya. Suami gw udah misuh-misuh tau gitu bawa aja. Gw sih no no daripada apes. HEMAT!!

Cash or Card?


Sampai di bandara yang kita tuju pasti pusat kotanya kan. Mencapai pusat kota dibutuhkan uang. Untuk duit gw ga pernah nuker di bandara karena ratenya pasti jelek. Jadi kami mengambil di ATM menggunakan Debit Mandiri untuk pegangan doang. Sisanya seperti makan, tiket bus 24 jam, kita pakai kartu debit bank Swedia. Mata uang Hungary itu Forint. 1 HUF= 50 Rupiah. Beberapa tempat menerima kartu. Cash kita pakai kalau berbelanja di pasar tradisional (Great Hall Market).

Menuju Pusat Kota


Kemudian kami menuju tourist centre dan membeli tiket bus untuk ke Airbnb kami yaitu Batthyany.
Dikasih 2 pilihan, mau yang cepet tapi mahal atau yang lambat tapi murah. Tentunya kami memilih yang MURAH LAAA GELAA.. Semua sudah bisa di Google Maps. Manfaatkan!!

Yang mahal dan cepat busnya langsung ke stasiun metro di tengah kota yaitu Astoria. Setelah itu kami naik metro ke arah Airbnb kami. Yang murah, naik bus sampai ke metro terdekat, kemudian berhenti di Astoria baru lanjut ke Batthyani. Gitu doang bayar 2x lipet. Mana mau kita 😅 Ya keputusan terserah dan tergantung dompet masing-masing.

Transportasi dalam kota


Transportasi yang ada di Budapest cukup lengkap yah. Tram, Metro dan Bus. Jadi biar mudah ke semua tempat yang akan kami kunjungi kami membeli tiket 24 Jam. Tiket ini bisa kalian beli di stasiun Metro. Jadi tiap naek tinggal tunjukkin ke petugasnya deh. Harganya 1650 HUF.

Must Visit Budapest


1. Parliament Building (stasiun terdekat Batthyany)
2. Fisherman Bastion (dari Battyani 10 menit jalan)


 3. Budapest Castle (kalo sudah Fisherman's Bastion tinggal naik bus sekali kalo tidak salah nomer 6)




 4. Rosa Gelato


5. St. Stephen Basilica (depan-depanan dengan Rosa Gelato)

Add caption
Fat Police Statue.. satu garis lurus dengan St.Stephen Basilica


 6. Great Market Hall. Tips :beli oleh-oleh disini saja jangan di toko souvenir. Harganya lebih murah 30%




Roti Khas Hungary (Langos)

 7. Elisabeth Bridge dekat  Great Hall Market


8.  Heroes Square


9. New York Cafe




10.Bors  Gastro Bar (street food dengan toko berdekor tema Star Wars) 7 menit jalan dari Astoria M.




Review Berlibur di Budapest:

1. Air keran bisa diminum
2. Cuma daerah turis yang orang-orangnya bisa bahasa inggris
3. Transportasi bagus banget, jangan takut pakai transportasi public. Semua bisa menggunakan Google Maps.
4. Makanan so far standar jakarta ya harganya
5. Kalau mau tuker uang jangan di daerah turis, ratenya jelek. Selama bisa pake kartu ya gesek aja.
6. Sepanjang gw jalan aman yah, ga ada copet.


Sekian review mengenai Budapest.
Semoga bermanfaat.
Kalau ada yang mau ditanyakan bisa via IG saja @melzealanda karena lebih aktif disitu.

Memel out!!






No comments:

Post a Comment

Hutan Sebagai Salah Satu Solusi Mengatasi Selimut Polusi

  Perubahan iklim bukanlah topik yang asing bagi kita. Dampaknya sendiri sudah dirasakan oleh warga Jakarta di awal bulan Oktobe...